Browsed by
Penulis: Alexander Porter

Film Hacker Terbaik yang Wajib Ditonton

Film Hacker Terbaik yang Wajib Ditonton

Film Hacker Terbaik yang Wajib Ditonton

Film Hacker Terbaik yang Wajib Ditonton, – Hacker atau pelaku aktivitas peretasan selalu menjadi bahan yang menarik untuk dibahas. Tak heran jika film tentang hacker mudah laku di pasaran, sebab alur ceritanya selalu menarik, dengan dibumbui genre action atau misteri dalam keseluruhan cerita.

Kecanggihan teknologi yang membuat segala sesuatu serbamungkin, menggambarkan seolah-olah tidak ada keamanan dalam akses internet di dunia ini. Mulai dari hak privasi perorangan, hingga mudahnya transaksi jual beli dan pembobolan bank, yang dapat dilakukan hanya dengan modal personal computer (PC).

Hacker atau yang biasanya disebut dengan peretas merupakan orang yang dapat menganalisis, memodifikasi serta menerobos masuk ke dalam suatu jaringan internet. Dimana mereka melakukan semua itu dengan tujuan untuk mengambil alih jaringan. Seiring dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat.

Maka tak heran jika perkembangan kejahatan pun ikut berkembang. Bahkan ada beberapa orang yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan aksi kejahatan. Salah satunya ialah aksi Hacking.

Who Am I

Film ini rilis pada tahun 2014 yang menceritakan tentang seorang pemuda yang bernama Benjamin. Dimana dia merupakan seorang yang ahli teknologi komputer. Benjamin dijauhi hingga di-bully oleh temannya karena keseriusannya mempelajari komputer. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seseorang yang bernama Max yang ternyata juga mengidolakan hacker yang sama yaitu Mr. X.

Benjamin menceritakan kemampuannya kepada Max hingga akhirnya bersama temannya Max mereka membentuk sebuah tim hacker yang bernama “ Clay”. Lantas bagaimana kelanjutan tim hacker mereka ini ya?

Blackhat

Film ini rilis pada tahun 2015 yang menceritakan tentang seorang yang bernama Nicholas. Dimana dia adalah tahanan penjara yang kemudian ditawari bekerjasama dengan agen rahasia negara Amerika Serikat. Tugasnya ialah menemukan jaringan dunia maya dan menangkap para penjahat. Hingga akhornya nicholas diminta untuk bisa bekerjasama dengan agen rahasia Tiongkok dan ternyata agen itu ialah temannya sendiri yang bernama Chen.

Dari sinilah petualangan Nicholas bersama Chen dimulai. Mereka melakukan pemburuan dan melacak di berbagai negara yang mana tempat tersebut diduga sebagai tempat tinggal para pelaku kriminal. Bagimana kelanjutan perjalanan Nicholas dan Chan ini ya?

I.T

Film ini rilis pada tahun 2016 yang menceritakan tentang seorang pria bernama Mike. Dia mempunyai keluarga yang harmonis, istri hingga anak perempuannya yang cantik. Keluarga yang sempurna dengan kekayaan yang luar biasa.

Bisnis yang dia pimpin merupakan bisnis penyewaan pesawat dan pada waktu itu sedang dalam proses mengubahnya ke bisnis penerbangan.

Hingga suatu ketika dia terlibat masalah karena hubungannya dengan pegawai konsultan I.T yang dipekerjakannya memburuk. Mantan pegawainya ini akhirnya mulai menggunakan kemampuan teknologi yang dimilikinya untuk mengintai keluarga dan hidup Mike. Lantas bagaimana kelanjutan film ini ya?

Nikahi Bule Australia Artis Ini Hidup Bahagia

Nikahi Bule Australia Artis Ini Hidup Bahagia

Nikahi Bule Australia Artis Ini Hidup Bahagia

Nikahi Bule Australia Artis Ini Hidup Bahagia – Jodoh gak ada yang bisa menebak, beberapa seleb Tanah Air menjatuhkan pilihan pada pasangan yang berbeda budaya, negara, bahkan bahasa darinya. Akan tetapi, mereka berhasil membuktikan bahwa rumah tangga mereka bisa bahagia meski miliki banyak perbedaan.

Hidup bahagia, berikut ini 5 seleb Indonesia yang nikahi bule Australia. Coba deh kamu cek daftarnya, mereka sangat menginspirasi.

1. Kinaryosih

Dulu sering seliweran di TV, kini Kinaryosih memilih fokus untuk mengurus suami dan dua anaknya. Kinar menikah dengan seorang bule Australia bernama Brett Lee Money tahun 2011. Kini keduanya telah memiliki dua anak yang bernama Steven Lee Money dan Sierra Kinar Money.

2. Marissa Nasution

Menikah dengan pria asal Australia, Warren Conrad, rumah tangga Marissa Nasution berjalan harmonis sampai sekarang. Pasangan ini masih kelihatan begitu mesra seperti masih pacaran dan sudah dikarunia dua orang putri yang menggemaskan. Salut!

3. Indah Kalalo

Sudah bukan rahasia lagi kalau Indah Kalalo memiliki rumah tangga yang harmonis. Dirinya menikah dengan Justin Warner pada 18 September 2011. Rumah tangga mereka semakin bahagia dengan tiga orang anak yang menemani. Panutan banget!

4. Melaney Ricardo

Bahagia banget dengan rumah tangganya, Melaney Ricardo dipersunting Tyson James Lynch, pria asal Australia dan memiliki dua anak yang kian beranjak besar. Jadi panutan banyak orang, semoga bahagia selalu, ya!

5. Ayu Azhari

Kegagalan berumah tangga rupanya dijadikan Ayu Azhari sebagai sebuah pelajaran berharga. Dia akhirnya menemukan kebahagiaan di pernikahan ketiga bersama Mike Tramp, pria asal Australia yang dinikahinya tahun 2003 lalu. Sampai sekarang rumah tangga mereka terkenal harmonis dan jauh dari gosip.

6. Nana Mirdad

Pasangan ini memilih menetap di Bali sejak beberapa tahun lalu. Pasangan yang menikah sejak 2006 ini sudah dikaruniai dua orang anak dan memiliki kehidupan yang bahagia di Bali.

7. Happy Salma

Menikah dengan orang Bali, Happy Salma pun memutuskan menetap di Bali. Suaminya, Tjokorda Bagus Dwi Santana Kertayasa, merupakan keturunan Raja Ubud. Pasangan ini juga sudah dikaruniai dua orang anak.

Pagelaran Seni Melayu di Pekanbaru

Pagelaran Seni Melayu di Pekanbaru

Pagelaran Seni Melayu di Pekanbaru

Pagelaran Seni Melayu di Pekanbaru, – Sosialisasi Empat Pilar MPR berlangsung di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu malam berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sosialisasi dengan metode Pagelaran Seni Budaya Melayu Riau itu mendapat sambutan hangat oleh para peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai komunitas yang ada di Kota Pekanbaru, Riau.

Kepala Biro Humas Setjen MPR, Siti Fauziah mengatakan Sosialisasi Empat Pilar MPR tidak boleh berhenti karena amanat undang-undang.

Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya pada Sosialisasi Empat Pilar dengan metode Pagelaran Seni Budaya Nasional di Pekanbaru, Riau tersebut. Siti Fauziah mengatakan karena di Bumi Lancang Kuning, Riau, kental akan budaya Melayu. Maka kegiatan sosialisasi dikemas dalam bentuk Pagelaran Seni Budaya Melayu.

“MPR yang menyelenggarakan pagelaran seni budaya ini bukan untuk memberi hiburan semata. Namun juga bertujuan ikut melestarikan seni budaya itu sendiri,” ungkap Siti Fauziah.

Siti Fauziah menjelaskan alasan mengapa pelestarian seni budaya ini penting saat ini. Ia pun juga mengajak para peserta peserta dan tamu undangan untuk terus menjaga seni budaya agar jangan sampai punah.

“Karena di dalamnya terkandung semua unsur untuk kehidupan berbangsa yaitu tontonan, tuntunan, dan juga hiburan,” ungkap Siti Fauziah.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Anggota MPR dari Kelompok DPD asal Riau, Dr. Intsiawati Ayus menjelaskan tentang arti pentingnya seni budaya. Intsiawati Ayus menyatakan bahwa seni diciptakan untuk memberi rasa senang.

“Seni diciptakan dengan senang dan dinikmati dengan senang pula. Jadi, antara karya seni dan penikmat seni sama-sama senang sehingga tercipta harmonisasi, rasa senang, dan bahagia,” ujarnya.

Seni Warisan Budaya Nusantara

Lebih dari itu, Intsiawati Ayus menegaskan seni juga dapat mempertajam rasa kemanusiaan, rasa nasionalisme, dan rasa patriotisme.

“Semua rasa inilah yang mempersatukan bangsa,” ujar Bu Iin seraya menambahkan bahwa siapa yang tidak berseni, dia termasuk tidak kreatif dan tidak aspiratif. “Ibarat sayur tanpa garam,” imbuhnya.

Intsiawati Ayus mengatakan dirinya merasa bangga seni budaya Melayu dapat termasuk ke dalam warisan budaya Nusantara yang adiluhung sebagai wujud dari kebhinnekaan Indonesia. Apalagi tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Intsiawati Ayus juga berbicara soal tatanan kehidupan tentu yang dituju adalah nilai. Saat bicara Pancasila, ia mengatakan nilai yang dituju adalah moral dan etika. Lalu ketika bicara soal UUD NRI Tahun 1945 sasarannya adalah tatanan hukum.

Begitu pula kalau bicara soal NKRI yang bentangannya dari Sabang sampai Merauke, nilai yang dituju adalah rasa nasionalisme dan patriotisme. Lalu saat berbicara Bhinneka Tunggal Ika maka nilai yang ingin dicapai adalah saling menghormati dan saling menghargai.

“Cubit Sabang, Merauke menjerit. Itulah nilai-nilai Empat Pilar yang menjadi karakter bangsa,” pungkasnya.

Sebagai informasi, turut hadir beberapa tamu undangan yang antusias menyaksikan pagelaran Seni Budaya Melayu Riau. Selain Intsiawati Ayus acara ini juga dihadiri oleh Ketua Fraksi Golkar MPR Idris Laena , Anggota MPR Fraksi PDI Perjuangan Sadarestuwati, Sekretaris Fraksi PKB MPR Eem Marhamah Zulfa Hiz, serta para tamu dan undangan lainnya.

Pagelaran Seni Budaya Melayu pada malam itu pun terlihat menggambarkan suasana kebhinnekaan Indonesia. Sebuah tari kolosal yang merupakan rangkaian tarian-tarian Nusantara, tampil beturut-turut tanpa jeda. Adapun tarian-tarian yang ditampilkan yaitu:

  • Tari Piring (Sumatera Barat)
  • Tari Tor-Tor (Sumatera Utara)
  • Tari Ondel-Ondel (Betawi, Jakarta)
  • Tari Bali
  • Tari Kipas (Sulawesi Selatan)
  • Tari Sajojo (Papua)

Tentu tidak ketinggalan kesenian Melayu yaitu silat, tari Persembahan, tari Lancang Kuning, puisi, dan lagu-lagu perjuangan dibawakan oleh grup musik yang tergabung dalam Komunitas Kampung Musisi Pekanbaru.

Pertunjukan Seni di Alun-alun Suroboyo

Pertunjukan Seni di Alun-alun Suroboyo

Pertunjukan Seni di Alun-alun Suroboyo

Pertunjukan Seni di Alun-alun Suroboyo, – Pertunjukan seni di Alun-alun Suroboyo menjadi perhatian karena menyebabkan warga berkerumun. Rupanya, acara yang digagas Pemkot Surabaya itu tidak mengantongi izin polisi.

Polisi akan memanggil sejumlah panitia pertunjukan tersebut. Panggilan tersebut merupakan instruksi dari Kapolda Jatim langsung lantaran Surabaya masih berstatus zona merah.

“Sesuai aturan kita lakukan koordinasi, kemudian sifatnya kapolda sudah memberikan jukrah (Petunjuk dan arahan) ke wilayah. Dan itu sudah diinstruksikan kepada Polrestabes Surabaya dan jajaran,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Sabtu.

Alasan pemanggilan, terang dia, yakni terkait dengan pertunjukan seni yang telah membuat kerumuman di Alun-alun Suroboyo yang dihadiri di luar kapasitas tempat.

“Karena pada kejadian itu sudah ada petunjuk dan arahan Pak Kapolda kita akan lakukan koordinasi, itu kan ada panitianya, EO atau apa namanya,” terang Trunoyudo.

“Kan sudah ada penyampaian dari pemkot dari Pak Irvan sudah mengatakan minta maaf. Dan kapasitas sekian dari sekian karena antusias masyarakat, akhirnya jadi sekian,” tandas Trunoyudo.

Sebelumnya, polisi akan memanggil panitia pertunjukan seni. Pemanggilan itu terkait penyelenggaraan kegiatan yang tanpa izin dan menimbulkan kerumunan warga tanpa physical distancing.

“Ga ada. Polres tidak mengeluarkan izin terkait apapun kegiatan masyarakat yang sifatnya mengumpulkan massa. Mulai saat pandemi sampai dengan sekarang,” kata Hartoyo, Jumat.

Ia menyampaikan, meskipun penyelenggaranya merupakan Pemkot Surabaya, setiap acara harus tetap mendapatkan izin keramaian dari pihak kepolisian. Minimal dalam bentuk surat pemberitahuan.

“Betul setidaknya ada pemberitahuan kegiatan, kepentingannya adalah untuk dilakukan pengamanan supaya kegiatan tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas,” imbuh Hartoyo.

Senin, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan Alun-alun Suroboyo. Rencananya, selama 7 hari setelah diresmikan, pemkot akan menggelar pertunjukan musik hingga seni budaya di alun-alun tersebut.

Untuk menghindari kerumunan warga, pemkot mencoba membatasi jumlah pengunjung alun-alun. Yakni hanya 40 persen dari total kapasitas Alun-alun Suroboyo.

Namun karena banyak warga yang penasaran dan haus akan hiburan, kerumunan pun tak bisa dihindarkan tadi malam. Pembatasan jumlah pengunjung justru menyebabkan terciptanya kerumunan warga di sekitar Alun-alun Suroboyo.

Ratusan warga yang tidak bisa masuk alun-alun memenuhi pedestrian Jalan Gubernur Suryo hingga Yos Sudarso. Karena menjadi polemik, akhirnya sejak 21 Agustus, pertunjukan seni pun ditunda untuk sementara.

Ben Affleck Kembali Perankan Batman

Ben Affleck Kembali Perankan Batman

Ben Affleck Kembali Perankan Batman

Ben Affleck Kembali Perankan Batman, – Ben Affleck akan kembali sebagai Batman dalam film “The Flash” yang melibatkan Ezra Miller untuk Warner Bros.

Sutradara “The Flash”, Andy Muschietti mengatakan bahwa Affleck telah mendapatkan naskahnya pada pekan lalu dan pekan ini setuju untuk terlibat dalam proyek tersebut, demikian dilansir Variety, Jumat.

Kepastian Affleck bakal kembali menjadi Bruce Wayne dalam film DC Extended Universe (DCEU) tersebut diungkap oleh Vanity Fair. Sang aktor disebut menerima naskah film pada pekan lalu dan pada pekan ini menyatakan kesediaan.

Affleck akan bermain bersama Ezra Miller yang akan memerankan tokoh utama, Barry Allen. Affleck membintangi “Batman vs Superman: Dawn of Justice” pad 2016 dan “Justice League” tahun 2017.

Saudara dari Casey Affleck ini sesungguhnya sempat menuai kontroversi ketika terpilih memerankan Batman. Beberapa pihak kemudian memuji penampilannya, tapi banyak pula yang tak terkesan dengan akting Ben.

Sutradara The Flash, Andy Muschietti, mengatakan Affleck memiliki dikotomi yang sangat kuat sebagai Batman, yaitu sebagai sosok yang secara postur sangat maskulin, tapi juga memiliki kerapuhan.

“Ia tahu caranya menampilkan kerapuhan itu dari dalam. Ia hanya membutuhkan naskah yang sesuai yang bisa membuatnya menampilkan kekontrasan tersebut, keseimbangan tersebut,” kata Muschietti.

Affleck bukan satu-satunya mantan pemeran Batman yang akan terlibat dalam The Flash. Tetapi juga Michael Keaton, aktor yang memerankan Batman versi tahun 1989.

The Flash merupakan rangkaian film mandiri pertama di Justice League dan bakal digarap berdasarkan alur cerita komik Flashpoint 2011 dari DC Comics.

Dalam komik tersebut, Barry Allen dengan kekuatan supernya yaitu berlari secepat kilat akan berupaya mencegah pembunuhan terhadap ibunya. Namun di tengah perjalanan ia mengubah garis waktu dan menciptakan masa depan alternatif salah satunya adalah Thomas Wayne yang akan menjadi Batman karena Bruce terbunuh.

Belum diketahui pasti alur cerita film The Flash dan akan dibahas lebih lanjut akhir pekan ini di DC Fandome. Namun beberapa pihak menduga narasi akan sedikit berbeda dari komik berkaca adanya beberapa aktor pemeran Batman yang turut serta.

Film The Flash dijadwalkan rilis pada Juli 2022 setelah beberapa kali tertunda.

Film ini sudah mulai digarap sejak 2014, tetapi sejumlah permasalahan terjadi di tengah jalan. Salah satu penyebab penundaan tayang film ini adalah keputusan Sutradara Famuyiwa hengkang dari proyek pada 2016.

Warner Bros kemudian mendekati sejumlah sutradara sebelum menetapkan pilihan pada Andy Muschietti. Sutradara Andy Muschietti sebelumnya dikenal lewat film It dan It Chapter Two.

6 Drama yang Juga Bertema Musik

6 Drama yang Juga Bertema Musik

6 Drama yang Juga Bertema Musik

6 Drama yang Juga Bertema Musik – Drama Korea terkenal dengan genre dan ceritanya yang cukup unik. Itulah kenapa banyak  orang yang suka dengan drama Korea. Mungkin kamu sudah biasa dengan genre action, fantasi, atau romance. Tapi pernah gak sih kamu nonton dengan tema musik. Sebagai info, Korea sangat mengapresiasi seni, baik musik atau seni lainnya.

Namun, di musim kali ini, stasiun TV KBS menghadirkan drama musik dengan judul Do Do Sol Sol La La Sol. Jika kamu ingin tahu drama musik lainnya.

1. Do Do Sol Sol La La Sol (2020)

Drama yang ditayangkan pada tanggal 26 Agustus 2020 ini diperankan oleh Go Ara dan Lee Jae Wook. Drama ini menceritakan Goo Ra Ra (Go Ara) yang bertemu dengan Sun Woo Jun (Lee Jae Wook) di sebuah akademi piano swasta bernama La La Land di sebuah desa kecil. Pertemuan itulah yang membuat kehidupan Woo Jun berubah.

2. Do You Like Bhrams? (2020)

Kesuksesan Kim Min Jae di Romantic Doctor dan Park Eun Bin di Stove League membuat mereka dipertemukan dalam satu drama yang berjudul ‘Do You Like Bhrams?’.

Drama ini menceritakan kehidupan mahasiswa di sekolah musik bergengsi di Korea, nah salah satu mahasiswa tersebut adalah Chae Song Ah (Park Eun Bin) dan Park Joon Young (Kim Min Jae). Rencananya drama ini akan tayang pada tanggal 31 Agustus 2020 di Stasiun TV SBS.

3. Dream High (2011)

Bagi kamu penggemar KDrama pasti sudah tidak asing dengan drama ini. Drama yang pernah tayang di Indosiar ini merupakan drama yang populer pada masanya dan masih legendaris, lho walaupun sudah 9 tahun.

Dream High menceritakan tentang 6 orang yang bersekolah di Kirin Art School dan mereka berjuang untuk menggapai mimpinya melalui musik. Drama ini diperankan oleh Kim Soo Hyun, IU, Suzy, Wooyoung 2PM, Taecyeon 2PM, dan Eunjung.

4. Monstar (2013)

Cerita drama ini berpusat pada cinta segitiga antara Min Se Yi (Ha Yeon Soo), Yoon Seol Chan (Yong Junghyung), dan Jeong Seon Woo (Kang Haneul). Eitss, tidak hanya itu. Drama ini juga menceritakan tentang 7 orang yang terpaksa membentuk sebuah band karena tertangkap CCTV telah merusak salah satu aset kebudayaan Korea. Keren deh!

5. Heartstrings

Kalau drama lain menampilkan alat musik ataupun genre yang modern. Nah yang satu ini beda dengan drama lainnya. Heartstings menampilkan permainan Gayanggeum, yaitu alat musik tradisional Korea. Cerita akan berpusat pada kisah cinta antara Lee Gyo Woon (Park Shin Hye) dengan Lee Shin (Jung Yonghwa). Kalau kamu dengerin OST nya dijamin kamu ketagihan deh!

6. He is Beautiful

Drama yang juga pernah tayang di Indosiar ini menceritakan Go Mi Nyu (Park Shin Hye) yang harus menyamar sebagai kembaran cowoknya, Go Mi Nam dan dia harus bergabung dengan grup band bernama A.N.JELL.

Selama penyamaran itu, dia dikelilingi banyak cowok yang akhirnya membuat dia jatuh cinta pada salah satunya.

Para Tokoh Mainan dalam ‘TOY STORY’ Itu Abadi atau Bisa Mati?

Para Tokoh Mainan dalam ‘TOY STORY’ Itu Abadi atau Bisa Mati?

Para Tokoh Mainan dalam ‘TOY STORY’ Itu Abadi atau Bisa Mati?

Para Tokoh Mainan dalam ‘TOY STORY’ Itu Abadi atau Bisa Mati?, – TOY STORY merupakan salah satu waralaba paling sukses sepanjang masa. Film animasi ini diproduksi oleh Pixar Animation Studios dan dirilis oleh Walt Disney Pictures. TOY STORY juga sebagai film kartun pertama yang mengaplikasikan teknologi CGI dalam pembuatanya di tahun 1995. Animasi CGI atau Computer Generated Imagery adalah proses penerapan grafik komputer 3D untuk menghasilkan gambar animasi.

Sampai saat ini film animasi TOY STORY sendiri memiliki 4 seri. Mulai dari TOY STORY (1995), TOY STORY 2 (1999), TOY STORY 3 (2010) dan TOY STORY 4 (2019). Semua serinya memiliki jalan cerita yang bagus dan susah ditebak. Tak mengherankan, jika banyak dari penggemar yang memperdebatkan akhir ceritanya selama beberapa dekade.

Meskipun keluarga superhero Pixar sudah dijadwalkan untuk kembali ke layar lebar musim panas ini, mereka sudah merencanakan kembali film terbaru mereka. Disney dan Pixar Animation Studios secara resmi mengumumkan tanggal rilis untuk Toy Story 4. Lewat halaman Facebook mereka, seri keempat ini akan tayang perdana di bioskop pada 21 Juni 2019.

Awalnya Variety mengabarkan bahwa film tersebut akan hadir musim panas ini, namun jadwal tersebut digantikan dengan sekuel The Incredibles. The Incredibles 2 semula seharusnya keluar pada tahun 2019, sementara Toy Story 4 memiliki tanggal pada bulan Juni ini. Tapi setelah banyak pembatalan, Disney lebih memilih The Incredibles 2.

Salah satu pertanyaan yang menjadi perdebatan paling bertahan lama yaitu mengenai para pemain di film ini. Seperti yang kita ketahui, sebagian besar tokoh dalam film ini merupakan mainan yang bisa berpikir bahkan berbicara. Pertanyaan yang menjadi perdebatan, apakah mainan itu abadi atau dapatkah mereka mati?

Mempertanyakan apakah sebuah mainan bisa hidup atau mati mungkin tampak aneh bagi yang belum tahu cerita dari film ini, tetapi hal itu sengaja dimunculkan pencipta Toy Story. Premis dari semua seri ini dimulai saat mainan pertama kali diproduksi di pabrik, kemudian ketika mainan dimiliki anak-anak dan menjadi bagian koleksi anak-anak. Mainan-mainan itu diilhami memiliki perasaan, pemikiran, dan dapat berbicara seperti manusia normal dalam wujud fisik mainan.

Tak hanya bisa berbicara, mainan-mainan tersebut bisa pingsan.

Tidak seperti manusia yang dibiarkan berevolusi dan tumbuh menjadi orang dewasa, mainan itu tetap terperangkap dalam tubuh yang sama, dengan pikiran dan motivasi yang sama. Kadang-kadang mengarah pada kejahatan, kepahitan dan kedengkian, seperti yang terjadi pada tokoh antagonis dari seri ini, Stinky Pete the Prospector dan Lotso the Bear.

Karena penggemar Toy Story termasuk dalam semua kelompok umur, dengan begitu terdapat beberapa penggemar lama yang lebih dahulu berspekulasi tentang sifat dan perasaan yang dialami mainan-mainan tersebut. Apakah fakta bahwa karakter seperti Woody dan Buzz yang memiliki badan plastik dan tidak bisa menua berarti secara teknis mereka akan abadi.

Baru-baru ini pertanyaan tersebut dijawab oleh Lee Unkrich, penulis Toy Story 3 melalui akun Twitter nya. Jawaban Unkrich mengarah pada penyelesaian perdebatan itu. “Mereka hidup selama mereka ada. Tetapi jika mereka benar-benar dihancurkan? Katakanlah, di insinerator? Tamat” tulis Unkrich di akun twitter nya.

Mainan-mainan itu memang abadi dan tidak bisa dihancurkan. Dengan demikian, saatnya akan tiba ketika Woody dan teman-temannya akhirnya menemui ajalnya, bahkan jika mereka secara fisik tidak pernah menua.

Tentu saja, pertanyaan filosofis yang begitu mendalam tidak pernah menjadi alasan di balik penciptaan TOY STORY. Sementara penggemar dewasa mungkin bertanya-tanya tentang logika di balik terciptanya tema utama dari seri-serinya. Terlepas dari semua itu, banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini, hubungan saling menghargai antara anak-anak dan mainan mereka, tumbuhnya rasa emosional, serta teman-teman yang terpaksa meninggalkan kita seiring berjalannya waktu, dan tentunya masih banyak pelajaran-pelajaran lainnya yang bisa diambil.

Film Horor Korea Terseram yang Sudah Tayang

Film Horor Korea Terseram yang Sudah Tayang

Film Horor Korea Terseram yang Sudah Tayang

Film Horor Korea Terseram yang Sudah Tayang, – Industri perfilman Asia memang terkenal dengan sinema horornya yang mencekam dan mampu membuat penikmatnya ketakutan. Salah satunya film horor Korea. Saking seramnya, beberapa film dari negeri gingseng tersebut, tak jarang dibuat kembali di negeri lain seperti Hollywood hingga Indonesia.

Selain pandai mengemas film hingga drama romansa dengan plot cerita apik. Industri hiburan Korea Selatan nyatanya mampu menyajikan ragam genre horor dengan segudang plot menarik namun tetap mendebarkan dan penuh teror.

Beberapa judul film horor Korea di antaranya bahkan sukses memenangkan penghargaan level panggung hiburan nasional hingga internasional.

A Tale of Two Sisters (2003)

A Tale of Two Sisters terinspirasi dari legenda Dinasti Joseon bertajuk ‘Janghwa Hongryeon jeon’.A Tale of Two Sisters merupakan salah film garapan Kim Jee-woon, yang ini disebut-sebut menjadi salah satu film yang mengeksekusi kisah supernatural-horor dengan sempurna.

Kisah bermula ketika Su-mi (Im Soo-jung) kembali ke rumah setelah menjalani perawatan mental di rumah sakit jiwa. Ia bersatu kembali dengan adik perempuan yang begitu disayang, Su-yeon (Moon Geun-young). Namun, Su-mi juga harus bertemu dengan ibu tirinya, Eun-joo (Yum Jung-ah).

Di rumah, Su-mi merasa kerap diganggu arwah ibu kandungnya yang merangkak naik ke kasur dengan leher patah dan kemudian melihat badan Eun-joo sudah penuh dengan memar.

Film psychological horror ini memiliki jalan cerita yang sulit ditebak sebab memberikan banyak sudut pandang. A Tale of Two Sisters menjadi film horor Korea pertama yang ditayangkan di Amerika. Film ini bahkan dibuat dalam versi Amerika dengan judul The Uninvited.

Death Bell (2008)

Death Bell merupakan film horor Korea tentang sekolah karena sebagian besar latar tempat kejadian di sebuah sekolah SMA. Dalam film berdurasi 88 menit ini, penonton akan diajak melihat pembunuhan misterius terjadi secara bergiliran.

Awal film Death Bell mengisahkan 20 siswa terpintar di sekolah yang dipersiapkan untuk mengikuti kelas khusus pada musim panas. Kelas khusus ini guna persiapan memasuki perguruan tinggi.

Suatu hari, sekolah digemparkan dengan video di TV kelas yang memperlihatkan siswi ranking pertama. Min Hye Young berada dalam sebuah akuarium yang pelan-pelan terisi air.

Sebuah instruksi misterius datang, yang memberikan peringatan bahwa Hye Young akan tewas apabila mereka tidak dapat mengerjakan soal pertanyaan yang diberikan melalui TV tabung itu.

Kang I Na (Nam Gyu-ri) menyadari bahwa kasus pembunuhan berantai ini dilakukan secara apik dan berurutan mulai dari ranking satu hingga terakhir.

Satu per satu murid dan guru mulai terbunuh, hingga sebuah fakta masa lalu terungkap yang menjadi penyebab pembunuhan misterius ini terjadi.

Gonjiam: Haunted Asylum (2018)

Film horor Korea kenamaan ini mengangkat kisah sekelompok anak muda yang tergabung dalam komunitas kanal YouTube bernama Horror Time. Demi sebuah konten, mereka ingin menyaksikan sendiri keseraman Gonjiam, sebuah rumah sakit jiwa angker di Korea Selatan.

Berbekal sejumlah persiapan termasuk ragam peralatan teknologi canggih, kelompok muda ini siap memulai petualangan dalam Gonjiam.

Namun sialnya, dalam petualangan mereka, beberapa di antaranya berpencar dan terpaksa terpisah. Ketakutan seorang diri menyusuri Gonjiam yang gelap dan menyeramkan, semakin menambah ketegangan dalam film berdurasi 95 menit ini.

Selain diganggu makhluk tak kasat mata yang tertangkap kamera mereka, mereka juga banyak menemukan fakta baru termasuk kejadian yang tak pernah disangka sebelumnya.

Film ini disutradarai oleh Jung Bum-shik, dan diperankan oleh Seung-Wook Lee sebagai Seung-wook, Ye-Won Mun sebagai Charlotte, Ah-yeon Oh sebagai Ah-yeon, Ji-Hyun Park sebagai Ji-hyun, Sung-Hoon Park sebagai Sung-hoon, dan juga Ha-Joon Wi sebagai Ha-joon.

Rekomendasi Drama Korea Soal Kesehatan Mental

Rekomendasi Drama Korea Soal Kesehatan Mental

Rekomendasi Drama Korea Soal Kesehatan Mental

Rekomendasi Drama Korea Soal Kesehatan Mental, – Drama Korea It’s Okay To Not Be Okay yang mengangkat isu kesehatan mental telah rampung pada Minggu, sejak tayang pertengahan Juni lalu. Bagi yang menyukai tema serupa, terdapat sejumlah drama Korea lain yang layak untuk disaksikan.

Film dan Drama Korea dikenal karena kualitas dan beragamnya tema yang diangkat. Salah satunya, mengenai kesehatan mental yang sayangnya sampai saat ini masih menjadi topik yang cukup tabu untuk dibahas di masyarakat.

Kalau kamu sedang mencari rekomendasi film dan KDrama mengenai kesehatan mental, lima judul berikut bisa jadi pilihan.

It’s Okay That’s Love (2014)

“It’s Okay, That’s Love” merupakan KDrama yang dibintangi Jo In Sung, Gong Hyo Jin, Sung Dong Il, Lee Kwang Soo, D.O EXO, dan Lee Sung Kyung. KDrama ini menceritakan tentang kisah cinta antara penulis novel populer dan penyiar radio dengan seorang psikiater tahun pertama di sebuah rumah sakit universitas.

Menjadi salah satu pioner drama Korea yang membahas tentang kesehatan mental, ada banyak gangguan mental yang dibahas mendalam dalam KDrama ini. Termasuk di antaranya, obsessive-compulsive disorder (OCD), skizofrenia, sindrom Tourette, serangan panik, depresi, hingga sex phobia.

Kill Me, Heal Me (2015)

KDrama “Kill Me, Heal Me” memfokuskan tema ceritanya pada gangguan identitas disosiatif (dissociative identity disorder/DID) atau lebih dikenal dengan kepribadian ganda. Tokoh utama KDrama ini adalah Cha Do Hyun yang memiliki tujuh kepribadian. Ia kemudian jatuh cinta pada seorang residen psikiatri bernama Oh Ri Jin.

Dibintangi Ji Sung, Hwang Jung Eum, dan Park Seo Joon, KDrama bergenre komedi romantis ini tak hanya bisa membuatmu lebih memahami mengenai gangguan mental DID. Namun saat nonton KDrama ini. Kamu juga bisa melihat bagaimana dampak buruk dari kekerasan yang dialami seorang anak di masa kecilnya.

Kim Ji Young: Born 1982 (2019)

Diangkat dari novel populer karya Cho Nam Joo, “Kim Ji Young: Born 1982” dibintangi Jung Yu Mi dan Gong Yoo. Film ini mengisahkan tentang kehidupan Kim Ji Young yang harus menghadapi berbagai tindakan seksisme. Sejak ia kecil hingga membangun rumah tangga dan memiliki anak.

Film ini tak hanya mengulik persoalan seksisme yang dihadapi perempuan. Namun juga tentang gangguan mental yang bisa terjadi akibat tekanan dan stres yang terus-menerus dialami. Kim Ji Young yang merupakan perempuan biasa menunjukkan bahwa siapa pun bisa mengalami gangguan mental, seperti depresi.

It’s Okay to Not Be Okay (2020)

“It’s Okay to Not Be Okay” merupakan KDrama comeback Kim Soo Hyun dan Seo Ye Ji. KDrama ini menceritakan tentang kisah cinta antara seorang perawat jiwa dan caregiver yang tak memiliki waktu untuk cinta dengan penulis buku anak yang mempunyai gangguan kepribadian antisosial.

Turut ditayangkan di Netflix, KDrama ini mempunyai jalinan cerita yang mengaduk emosi, namun cukup mudah diikuti. Selain itu, KDrama ini juga cocok untuk self-healing dengan kisahnya yang inspiratif dan topik-topiknya yang realistis. Seperti beratnya perjuangan menjadi caregiver serta dampak dari peristiwa traumatis pada seseorang.

Rekomendasi Drama Jepang yang Gak Kalah Romantis dari Drama Korea

Rekomendasi Drama Jepang yang Gak Kalah Romantis dari Drama Korea

Rekomendasi Drama Jepang yang Gak Kalah Romantis dari Drama Korea

Rekomendasi Drama Jepang yang Gak Kalah Romantis dari Drama Korea – Banyaknya peminat drama Korea, ternyata tidak lantas membuat orang jadi antipati pada serial drama dari negara di Asia lainnya, seperti Jepang.

Bukan hanya wajah para aktor dan aktrisnya yang menawan, romantisme JDrama juga terbilang sangat menggemaskan. Selain itu, tema ceritanya juga cukup relate dan jauh dari kesan lebay.

Bagi pencinta drama romantis, berikut ini 6 rekomendasi serial JDrama yang bakal sukses bikin baper.

1. Coffee and Vanilla

Pencinta drama romantis yang sweet, wajib banget nih nonton “Coffee and Vanilla”. Meski disebut-sebut sebagai 50 Shades versi Jepang, tapi drama ini lebih mengusung kebucinan yang justru bisa bikin baper penontonnya.

Bercerita tentang Risa Shiragi (Fukuhara Haruka), mahasiswi cantik dan fashionable tapi naif banget. Banyak pria yang menyukainya, tapi Risa justru sering merasa gugup saat sedang digoda dan diajak bicara oleh mereka.

2. Koi wa Tsuzuku yo Doko Made mo

Bisa dibilang drama yang satu ini mengusung tema cinta pada pandangan pertama. Meski terkesan biasa dan sering terjadi, tapi drama Jepang selalu sukses menampilkan sisi manis yang membuat penonton sepakat.

Bukan sekadar romantisme biasa, “Koi wa Tsuzuku yo Doko Made mo” juga punya kesan mendalam dan menyentuh hati yang dibawa oleh para pasien dalam setiap episodenya.

Drama ini mengisahkan tentang Nanase Sakura (Kamishiraishi Mone) yang jatuh cinta pada Kairi Tendo (Sato Takeru), dokter muda berbakat tapi berperangai dingin pada orang di sekitarnya.

3. Hey Sensei, Don’t You Know?

Jika drama romantis selalu identik dengan cerita yang manis antara dua orang yang jatuh cinta, “Hey Sensei, Don’t You Know?” justru dilengkapi dengan sisi lain cinta yaitu cinta pada pekerjaan yang dipenuhi dengan dedikasi.

Diceritakan Hanai Ao (Baba Fumika) adalah seorang penulis manga romance yang cukup populer dan sangat berdedikasi pada pekerjaannya.

Saking cintanya pada pekerjaan, Hana sampai lupa untuk memikirkan penampilan. Suatu hari Hana memutuskan untuk mengubah penampilan dengan menotong rambutnya.

4. Kono Otoko wa Jinsei Saidai no Ayamachi

Kono Otoko wa Jinsei Saidai no Ayamachi” atau “This Guy is the Biggest Mistake in My Life” ini terbilang cukup unik.

Mengusung genre comedy romance yang kental, cerita cinta diantara kedua pemeran utama dikisahkan terjadi di tempat kerja.

Sato Yui (Matsui Airi) bertemu dengan Amagi Kyoichi (Mokomichi Hayami) did sebuah cafe. Tanpa diduga, ternyata Amagi adalah CEO perusahaan tempatnya bekerja, di sebuah cafe.

Konflik diantara keduanya terbilang unik. Meski Sato adalah bawahan, tapi Amagi justru memintanya untuk diperlakukan seperti budak.

5. Secret Unrequited Love

Drama yang diangkat dari manga berjudul “Boku no Hatsukoi” ini mengusung romantisme cinta masa kecil yang dibawa hingga dewasa.

Takuma Kakinouchi (Shuhei Nomura), yang masa kecilnya dihabiskan di rumah sakit, berteman dengan Mayu Taneda (Hinako Sakurai).

Saat keluar dari rumah sakit, mereka berjanji akan bertemu kembali ketika dewasa dan menikah. Namun, dibalik romantisme ini, ada kisah pilu yang menjadi awal perpisahan mereka.

Takuma didiagnosis tidak akan memiliki hidup yang lama akibat jantungnya yang lemah.

6. Parfait Tic!

“Parfait Tic!” merupakan manga karya komikus Jepang, Nagamu Nanaji, dengan judul “Pafe chikku!” yang mengusung tema cinta segitiga.

Seperti khasnya, cinta segitiga memang akan selalu menyuguhkan cerita yang cenderung rumit tapi tetap manis.

Kisah ini bermula dari pertemuan Fuuko Kameyama (Takahashi Hikaru) dengan Shinpo bersaudara, Daiya (Nakao Masaki) dan Ichi (Hayashi Yuichiro).

Keduanya menjadi tetangga baru yang menempati apartemen persis diatas tempat tinggal Fuuko. Meski bersaudara, tapi keduanya memiliki karakter bertolak belakang, yang satu cerah dan positif sementara yang lain lebih serius dan misterius.