Browsed by
Kategori: Film Internasional

Madonna Jadi Sutradara Film tentang Dirinya Sendiri

Madonna Jadi Sutradara Film tentang Dirinya Sendiri

Madonna Jadi Sutradara Film tentang Dirinya Sendiri

Madonna Jadi Sutradara Film tentang Dirinya Sendiri – Musisi Madonna akan menyutradarai sekaligus membantu menulis naskah film biopiknya sendiri. Film tersebut akan diproduksi oleh rumah produksi Universal Pictures.

Lama menjalani karier sebagai seorang penyanyi papan atas dunia, Madonna kini tengah serius berkecimpung pada dunia perfilman. Tak tanggung-tanggung, ia mengambil posisi sebagai sutradara.

Menariknya, film yang akan sutradarai Madonna ini bertema tentang dirinya. Film biopik ini rencananya akan menyorot karier sekaligus kehidupan Madonna, seperti yang sampaikan Variety, baru-baru ini.

Madonna tidak akan sendiri menulis naskah. Ia akan ditemani Diablo Cody yang sebelumnya menulis Juno (2007), Jennifer’s Body (2009), Young Adult (2011), dan Tully (2018).Ia menjelaskan musik sudah pasti menjadi fokus cerita film biopik ini. Madonna percaya musik membuatnya terus berkarya dan seni membuatnya tetap hidup.

Punya Tujuan Khusus

Mengenai dibuatnya film ini, Madonna memiliki tujuan khusus. Selain menyorot kehidupannya, beberapa elemen bertema musik pun ingin memperlihatkannya melalui film arahannya ini.

Perjalanan Luar Biasa

Melansirkan dari https://capitolhillbillies.net/ “Aku ingin menyampaikan perjalanan luar biasa yang telah kulakukan dalam sepanjang hidup sebagai seorang seniman, musikus, penari – seorang manusia, mencoba membuat jalannya pada dunia ini,” ucap Madonna dalam sebuah pernyataan.

Berfokus ke Musik

“Fokus film ini akan selalu pada musik. Musik membuatku terus maju dan seni membuatku tetap hidup. Ada begitu banyak cerita yang tak terungkap dan menginspirasi dan siapa yang lebih baik untuk menceritakannya dari aku,” lanjut Madonna.

“Sangat penting untuk berbagi pengalaman naik roller coaster kehidupanku dengan suara dan visiku,” ia menambahkan.

Pujian dari Produser

Donna Langley yang juga turut memproduseri film ini, sangat memuji sosok Madonna sebagai ikon pamungkas dalam hal kemanusiaan, keartisan, dan pemberontakan.

Menembus Batas

“Dengan bakatnya yang luar biasa dalam menciptakan seni yang dapat mengakses sekaligus menembus batas, ia telah membentuk budaya kita dengan cara yang sangat sedikit pada miliki orang lain,” kata Langley.

Belum Ada Jadwal

Namun begitu, belum ada pengumuman mengenai waktu perilisan, begitu pula dengan jadwal syuting. Bahkan, para pemainnya pun masih belum tertemukan.

Rekomendasi Drama Korea Bertema Militer Yang Romantis

Rekomendasi Drama Korea Bertema Militer Yang Romantis

Rekomendasi Drama Korea Bertema Militer Yang Romantis

Rekomendasi Drama Korea Bertema Militer Yang Romantis, – Dari sekian banyak drakor terbaik, drama Korea bertema militer dengan sentuhan kisah romantis termasuk paling digemari.

Kombinasi kisah kehidupan tentara, adegan action, dan bumbu-bumbu romansa percintaan membuat drama Korea militer seru untuk diikuti.

Selain genre percintaan dan kehidupan keluarga, masih ada banyak tema unik lain lho di industri drama Korea. Misalnya, tema militer yang bisa menumbuhkan rasa patriotisme ini.

The King 2 Hearts (2012)

KDrama yang satu ini memadukan tema romance dengan militer. Lee Jae Ha (Lee Seunggi) merupakan pangeran dari Korea Selatan. Sementara Kim Hang Ah (Ha Ji Won) adalah petinggi di pasukan khusus militer Korea Utara.

Suatu saat, nasib mempertemukan keduanya. Jae Ha dan Hang Ah jadi bagian negosiasi perdamaian antara Korea Selatan dan Korea Utara. Salah satu syaratnya adalah dengan perjodohan keduanya. Mampukan mereka mengatasi perbedaan demi menyelamatkan Korea?

Descendant of the Sun (2016)

Melansir https://mamiya-usa.com/, Belum sah disebut fans KDrama rasanya jika belum tahu drama yang satu ini. Descendant of the Sun mengisahkan cerita cinta antara anggota pasukan khusus Korea, Kapten Yoo Shi Jin (Song Joong Ki) dan Kang Mo Yeon (Song Hye Kyo), dokter bedah di Rumah Sakit Haesung.

Berdua mereka menghadapi bahaya di negara yang tercabik oleh perang. Selain mendebarkan dari segi konflik militer, KDrama satu ini juga sukses bikin para penonton meleleh. Song Joong Ki dan Song Hye Kyo bahkan sempat cinta lokasi dan berakhir di pelaminan, walau akhirnya bercerai.

Crash Landing on You (2020)

Crash Landing on You juga menambah daftar drama Korea bertema militer yang sukses di kancah internasional. Drakor ini menceritakan petualangan Se Ri (Son Ye Jin), gadis kaya asal Korea Selatan yang karena kecelakaan paragliding jadi terdampar di Korea Utara.

Nasib mempertemukannya dengan Captain Ri (Hyun Bin), anggota militer Korea Utara yang menyelamatkannya. Cinta terlarang pun tumbuh dalam usaha berat keduanya untuk mengembalikan Se Ri ke Korea Selatan.

Mr. Sunshine (2020)

Mr. Sunshine menceritakan kehidupan Choi Yoo Jin (Lee Byung Hun) yang terlahir dalam keluarga pelayan. Ia harus pergi ke Amerika Serikat ketika peristiwa Shinmiyangyo 1817.

Beberapa tahun kemudian dia kembali pulang ke tanah kelahirannya sebagai anggota Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia pun bertemu dan jatuh cinta dengan seorang putri bangsawan, Go Ae Sin (Kim Tae Ri). Di saat yang bersamaan ia pun mengungkap rencana pihak asing untuk menjajah Korea.

Film Favorit dari Sutradara Love (2015)

Film Favorit dari Sutradara Love (2015)

Film Favorit dari Sutradara Love (2015)

Film Favorit dari Sutradara Love (2015), – Sutradara film sensasional Love (2015), Gaspar Noe memberitahukan film favoritnya yang tentu bisa menjadi rekomendasi para pencinta film.

Dikutip dari laman Daftar Joker123, Kepada Rotten Tomatoes, Noe mengungkapkan film yang menjadi favoritnya ini mempunyai arti penting bahkan disebut mengubah kehidupannya.

1. The Mother and The Whore (1973)

Film yang juga berjudul La Maman et la Putain ini merupakan garapan sutradara Prancis, Jean Eustache dan dirilis pada 1973. Film ini menyoroti hubungan cinta segitiga antara tiga karakter utama.

Film ini merupakan film panjang pertama Eustache dan dianggap sebagai mahakarya darinya. Film ini ditulis sendiri oleh Eustache dari pengalaman pribadinya dan memenangkan Grand Prix di Cannes Film Festival 1973.

“Saya menonton pada 2018, saya menontonnya tiga kali berturut-turut. Saya terobsesi dengan film ini,” kata Noe yang mengaku film ini terasa amat personal.

“Ini adalah mahakarya mutlak yang harus ditemukan kembali, seperti ditransfer ke 4K atau Blu-ray. Film ini adalah salah satu film terbesar yang saya tahu yang tidak dirilis sebagaimana mestinya saat ini,” lanjutnya.

2. Un Chien Andalou (1929)

Un Chien Andalou atau An Andalusian Dog merupakan film pendek surealis berbahasa Spanyol garapan Luis Bunuel dan Salvador Dali. Film ini merupakan film pertama Bunuel dan ditayangkan pada 1929 di sejumlah penayangan terbatas di Paris.

Film Un Chien Andalou tidak memiliki plot secara konvensional. Kronologi narasi film ini terputus-putus, melompat bahkan bisa berjarak delapan tahun tanpa perubahan karakter ataupun peristiwa.

“Ini adalah film pertama yang saya tahu yang benar-benar menggunakan bahasa mimpi dan mimpi buruk,” kata Noe. “Adegan pembukanya… sangat mengejutkan sehingga saya berharap saya bisa berada di antara penonton, jika saya tidak bisa berada di belakang Bunuel,”

“Bila saya melihat reaksinya, saya yakin tak ada orang yang lebih gila dalam sejarah perfilman, dari pada penonton pertama film ini,” katanya.

Meski Noe menyebut adegan film ini terbilang mengguncang jiwa, “filmnya sangat indah, sangat politis, sehingga menjadi karya seni yang nyata. Tidak banyak sutradara yang dapat kalian anggap sebagai seniman selain Bunuel,”

3. 2001: A Space Odyssey (1986)

2001: A Space Odyssey merupakan film fiksi ilmiah Inggris-Amerika yang ditulis oleh Stanley Kubirk dan Arthur C Clark. Kubirk juga terlibat sebagai sutradara dan produser film ini.

Film ini terinspirasi dari cerita pendek karya Clark, The Sentinel, yang rilis pada 1951. Film ini mengikuti perjalanan ke Jupiter dengan komputer khusus setelah penemuan monolit alien yang memengaruhi evolusi manusia.

Film ini dikenal karena penggambaran penerbangan luar angkasa yang akurat secara ilmiah, pioner dalam efek khusus, dan sejumlah penggambaran yang abstrak.

“Kenangan pertama saya berada di bioskop – yang terkuat hingga saat ini, 60 atau 48 tahun kemudian. Saya masih ingat terkejut saat dipindahkan ke dimensi lain,” kata Noe mengisahkan pengalamannya menonton film ini.

“Ketika saya rampung dari film ini, saya merasa seseorang telah menyuntik saya dengan sesuatu di otak. Saya terobsesi untuk melihat akhir ceritanya,” lanjutnya.

4. Day of Wrath (1943)

Day of Wrath, film drama asal Denmark rilisan 1943 ini merupakan karya Carl Theodor Dreyer dan dibintangi oleh Lisbeth Movin, Thorkild Roose, dan Preben Lerdorff Rye.

Film ini merupakan adaptasi dari naskah drama Anne Pedersdotter karya Hans Wiers-Jenssen pada 1909 yang mengisahkan seorang perempuan muda yang dipaksa menikah dengan seorang pastur tua.

Pemaksaan itu muncul setelah ibunda dari sang perempuan dituduh sebagai seorang penyihir. Namun ia justru jatuh cinta dengan putra dari sang pastur yang juga dicurigai melakukan sihir.

“Day of Wrath, bagi saya, adalah jenis kesempurnaan lainnya. Ini tema dewasa untuk orang dewasa. Tentang pencaplokan dan perang, dan tak heran mengapa,” kata Noe merujuk pada riwayat Dreyer yang lari untuk melindungi diri dari Nazi Jerman.

“Ini adalah film yang sangat kejam tentang masa sejarah yang kejam, tetapi di mana beberapa orang ditempatkan pada posisi ketika mereka harus berperilaku kejam terhadap orang lain, dan semua karakter berubah,” kata Noe.

5. Inauguration of the Pleasure Dome (1954)

Inauguration of the Pleasure Dome adalah film pendek karya Kenneth Anger yang digarap pada 1954 namun memiliki dua versi lainnya pada 1966 dan akhir dekade 1970-an.

“Film lainnya yang jarang saya bicarakan, yang juga menjadi film yang saya dapat putar lagi dan lagi karena mendukung saya, adalah Inauguration of the Pleasure Dome,” kata Noe, dikutip dari Rotten Tomatoes.

“Ini adalah film pertama, dan satu-satunya film psikotik yang pernah ada, dan ini hanya sebuah film yang menempatkan penontonnya dalam keadaan pikiran yang berbeda,” lanjutnya. “Film ini seperti candu buat penonton, dan bukan film naratif.”

Film Biografi Terbaru dan Terbaik dari Hollywood

Film Biografi Terbaru dan Terbaik dari Hollywood

Film Biografi Terbaru dan Terbaik dari Hollywood

Film Biografi Terbaru dan Terbaik dari Hollywood, – Hollywood cukup banyak memproduksi film-film biografi sejak lama. Film biografi menjadi salah satu cara untuk mendalami dan belajar dari kisah kehidupan orang yang tidak kita dapatkan atau alami sendiri.

Dalam perjalanan sejarah panjang umat manusia, banyak sosok dan tokoh yang mempengaruhi jalannya sejarah atau paling tidak menginspirasi bagi orang lain. Para tokoh ini berasal dari berbagai macam profesi, mulai dari pemerintahan, militer, ilmuwan, agama, musisi, hingga sosok yang memiliki kekurangan fisik tetapi dengan semangat dan motivasinya mampu mempengaruhi dan menginspirasi manusia lainnya.

Dunia film selalu mencoba menghadirkan sosok penting sejarah manusia ini ke dalam layar lebar. Untuk jumlahnya, sudah sangat banyak dan mayoritas memiliki kualitas yang sangat baik serta seringkali menang di beberapa ajang penghargaan perfilman dunia.

Bohemian Rhapsody (2018)

Melansir dari http://bobsledsong.com/, Film drama musikal Bohemian Rhapsody ini mengangkat kisah mendiang Freddie Mercury yang sukses bersama band rock alternatifnya, Queen.

Kisah panjang Queen selama 15 tahun dibuat padat menjadi 2 jam 13 menit. Kendati begitu, sang sutradara masih berhasil menampilkan kisah-kisah monumental yang telah dilalui band dengan empat personel itu.

Kisah berawal saat Freddie muda berkunjung ke sebuah bar. Di sana dia melihat penampilan band Smile. Satu waktu vokalis band tersebut memutuskan untuk keluar. Singkat cerita Freddie pun menawarkan diri untuk menjadi vokalis band itu.

Perjalanan pun dimulai, Freddie yang memang punya karakter gila kerap membuat lagu untuk band tersebut hingga akhirnya terkenal.

Selain kisah Queen, penonton juga akan mendapatkan tontonan dari kisah percintaan Freddie dengan seorang wanita yang berujung pahit. Namun dia malah menemukan kekasih baru di akhir film.

Salah satu film biografi terbaik ini akan menampilkan satu konser terakhir Freddie sebelum jatuh sakit karena HIV/Aids. Menariknya konser tersebut adalah untuk mengumpulkan dana bantuan untuk para penyintas penyakit yang juga dideritanya.

The Theory of Everything (2014)

The Theory of Everything adalah film biografi yang mengisahkan ilmuwan jenius Stephen Hawking. Namun kisahnya banyak berfokus seputar kehidupan percintaannya.

Diceritakan, Hawking jatuh cinta pada mahasiswi sastra Jane Wilde.

Kisah bermula dari kehidupan Stephen Hawking (Eddie Redmayne) di Cambridge. Di sana dia bertemu dengan Jane. Mereka berdua awalnya malu-malu namun seiring berjalannya waktu keadaan semakin cair.

Satu waktu Hawking mendapat musibah, ia terjatuh dan mengalami benturan keras di kepalanya. Peristiwa tersebut yang kemudian membuatnya didiagnosis menderita motor neuron disease.

Sebuah penyakit yang akan membuat seluruh otot dalam tubuhnya tidak berfungsi, meski kemampuan otak tidak akan menurun. Dokter pun sempat memvonis bahwa hidup Hawking hanya bisa bertahan dua tahun pasca kecelakaan tersebut.

Namun Hawking tidak menyerah. Karena di saat yang sama, Jane menyatakan akan tetap setia menemani Stephen dengan segala kondisi fisiknya. Lambat laun keadaan Hawking semakin parah, ia tidak mampu berdiri lagi sehingga membuat dia harus menghabiskan sisa hidup di kursi roda.

5 Film Hollywood tentang Permainan Mematikan

5 Film Hollywood tentang Permainan Mematikan

5 Film Hollywood tentang Permainan Mematikan

5 Film Hollywood tentang Permainan Mematikan – Di dunia film Hollywood, ada banyak sekali deretan film yang telah menyajikan kisah unik hingga super menegangkan. Kisah pada film seperti itu biasanya memiliki daya tarik yang sangat tinggi untuk ditonton oleh kebanyakan orang. Salah satunya ialah ada sebuah film Hollywood tentang permainan mematikan yang dilengkapi dengan kisah penuh teror menegangkan.

Apakah kamu berani nonton film jenis seperti itu? Untuk kamu yang sudah penasaran banget, simak rekomendasi filmnya di bawah ini.

1. Truth or Dare (2018)

Truth or Dare menceritakan tentang sebuah permainan truth or dare yang tidak biasa melainkan berisi kutukan yang berujung dengan kematian. Setiap pemain wajib menajalankan pilihan yang dipilih (truth atau dare). Jika tidak, maka nyawa akan melayang.

Film ini memiliki genre horor dan thriller yang disutradarai oleh Jeff Wadlow. Ada deretan artis hollywood ternama yang hadir dalam film ini seperti Lucy Hale, Tyler Posey, Violett Beane, Nolan Gerard Funk Sophia Ali, Hayden Szeto, dan masih banyak lagi. Truth or Dare mendapatkan rating cukup baik, yaitu 5,2/10 dari IMDb.

Truth or Dare berhasil meraih dua nominasi Choice Movie: Drama dan Choice Movie Actress: Drama di Teen Choice Awards 2018.

2. Escape Room (2019)

Escape Room diangkat dari sebuah cerita karya Bragi F. Schut. Film yang lebih dominan memiliki genre action, petualangan, dan misteri ini mengisahkan tentang enam orang paling beruntung terpilih mengikuti permainan teka-teki di sebuah ruang terkunci untuk mendapatkan uang yang dijanjikan. Sayangnya, permainan tersebut bukanlah permainan biasa, melainkan mempertaruhkan nyawa.

Film ini disutradarai oleh Adam Robitel serta dibintangi oleh berbagai bintang hollywood ternama, yaitu Taylor Russell, Logan Miller, Jay Ellis, Deborah Ann Woll, Tyler Labine, dan masih banyak lagi. Escape Room berhasil memperoleh rating 6,3/10 dari IMDb dan 51% dari Rotten Tomatoes.

3. Ready or Not (2019)

Tayang pada tahun lalu, film bergenre komedi, horor, dan thiller ini menjadi salah satu film yang sangat difavoritkan. Ready or Not menceritakan tentang tradisi permainan unik dan menegangkan bagi anggota keluarga yang baru saja melangsungkan pernikahan.

Grace, seorang pengantin yang baru saja menikah dengan Alex sang anggota keluarga Le Domas yang punya tadisi unik. Dia memperoleh tradisi permainan berupa Hide and Sheek dimana ia menjadi target pemburuan para keluarga Le Domas. Untung memenangkannya, Grace harus bersembunyi dan bertahan hingga matahari terbit.

4. Guns Akimbo (2020)

Guns Akimbo mengisahkan tentang seorang pria bernama Miles yang terbangun dari tempat tidurnya lalu tiba-tiba ada dua buah pistol di kedua tangannya yang tidak bisa dilepas. Miles ternyata terpilih menjadi peserta berikutnya di dalam games mematikan bernama Skimz. Di sepanjang permainan, Miles diteror oleh seorang wanita bernama Nix yang terus menyerang dirinya.

Jason Lei Howden menjadi sutradara dibalik proses pembuatan film ini. Ada berbagai aktor dan aktris hollywood yang hadir dalam film ini seperti Samara Weaving, Daniel Racliffe, Rhys Darby, Natasha Liu Bordizzo, dan masih ada lagi. Guns Akimbo berhasil dapat rating 6,3/10 dari IMDb dan 52% dari Rotten Tomatoes.

5. The Hunt (2020)

The Hunt bisa dibilang film yang sangat super menegangkan. Film ini menceritakan tentang ada dua belas orang yang tidak saling kenal lalu dikumpulkan menjadi satu dan terbangun dalam keadaan bingung. Mereka ternyata terpilih menjadi bagian dari sebuah permainan mengenai perburuan manusia para kaum elite.

Film yang bergenre action, horor, dan thriller ini disutradarai oleh Craig Zobel. Film ini dibintangi oleh berbagai bintang hollywood ternama seperti Betty Gilpin, Hilary Swank, Ike Barinholtz, Emma Roberts, Wayne Duvall, dan masih banyak lagi. The Hunt berhasil meraih rating 6,5/10 dari IMDb dan 66% dari Rotten Tomatoes.

Film Hacker Terbaik yang Wajib Ditonton

Film Hacker Terbaik yang Wajib Ditonton

Film Hacker Terbaik yang Wajib Ditonton

Film Hacker Terbaik yang Wajib Ditonton, – Hacker atau pelaku aktivitas peretasan selalu menjadi bahan yang menarik untuk dibahas. Tak heran jika film tentang hacker mudah laku di pasaran, sebab alur ceritanya selalu menarik, dengan dibumbui genre action atau misteri dalam keseluruhan cerita.

Kecanggihan teknologi yang membuat segala sesuatu serbamungkin, menggambarkan seolah-olah tidak ada keamanan dalam akses internet di dunia ini. Mulai dari hak privasi perorangan, hingga mudahnya transaksi jual beli dan pembobolan bank, yang dapat dilakukan hanya dengan modal personal computer (PC).

Hacker atau yang biasanya disebut dengan peretas merupakan orang yang dapat menganalisis, memodifikasi serta menerobos masuk ke dalam suatu jaringan internet. Dimana mereka melakukan semua itu dengan tujuan untuk mengambil alih jaringan. Seiring dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat.

Maka tak heran jika perkembangan kejahatan pun ikut berkembang. Bahkan ada beberapa orang yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan aksi kejahatan. Salah satunya ialah aksi Hacking.

Who Am I

Film ini rilis pada tahun 2014 yang menceritakan tentang seorang pemuda yang bernama Benjamin. Dimana dia merupakan seorang yang ahli teknologi komputer. Benjamin dijauhi hingga di-bully oleh temannya karena keseriusannya mempelajari komputer. Hingga akhirnya dia bertemu dengan seseorang yang bernama Max yang ternyata juga mengidolakan hacker yang sama yaitu Mr. X.

Benjamin menceritakan kemampuannya kepada Max hingga akhirnya bersama temannya Max mereka membentuk sebuah tim hacker yang bernama “ Clay”. Lantas bagaimana kelanjutan tim hacker mereka ini ya?

Blackhat

Film ini rilis pada tahun 2015 yang menceritakan tentang seorang yang bernama Nicholas. Dimana dia adalah tahanan penjara yang kemudian ditawari bekerjasama dengan agen rahasia negara Amerika Serikat. Tugasnya ialah menemukan jaringan dunia maya dan menangkap para penjahat. Hingga akhornya nicholas diminta untuk bisa bekerjasama dengan agen rahasia Tiongkok dan ternyata agen itu ialah temannya sendiri yang bernama Chen.

Dari sinilah petualangan Nicholas bersama Chen dimulai. Mereka melakukan pemburuan dan melacak di berbagai negara yang mana tempat tersebut diduga sebagai tempat tinggal para pelaku kriminal. Bagimana kelanjutan perjalanan Nicholas dan Chan ini ya?

I.T

Film ini rilis pada tahun 2016 yang menceritakan tentang seorang pria bernama Mike. Dia mempunyai keluarga yang harmonis, istri hingga anak perempuannya yang cantik. Keluarga yang sempurna dengan kekayaan yang luar biasa.

Bisnis yang dia pimpin merupakan bisnis penyewaan pesawat dan pada waktu itu sedang dalam proses mengubahnya ke bisnis penerbangan.

Hingga suatu ketika dia terlibat masalah karena hubungannya dengan pegawai konsultan I.T yang dipekerjakannya memburuk. Mantan pegawainya ini akhirnya mulai menggunakan kemampuan teknologi yang dimilikinya untuk mengintai keluarga dan hidup Mike. Lantas bagaimana kelanjutan film ini ya?

Ben Affleck Kembali Perankan Batman

Ben Affleck Kembali Perankan Batman

Ben Affleck Kembali Perankan Batman

Ben Affleck Kembali Perankan Batman, – Ben Affleck akan kembali sebagai Batman dalam film “The Flash” yang melibatkan Ezra Miller untuk Warner Bros.

Sutradara “The Flash”, Andy Muschietti mengatakan bahwa Affleck telah mendapatkan naskahnya pada pekan lalu dan pekan ini setuju untuk terlibat dalam proyek tersebut, demikian dilansir Variety, Jumat.

Kepastian Affleck bakal kembali menjadi Bruce Wayne dalam film DC Extended Universe (DCEU) tersebut diungkap oleh Vanity Fair. Sang aktor disebut menerima naskah film pada pekan lalu dan pada pekan ini menyatakan kesediaan.

Affleck akan bermain bersama Ezra Miller yang akan memerankan tokoh utama, Barry Allen. Affleck membintangi “Batman vs Superman: Dawn of Justice” pad 2016 dan “Justice League” tahun 2017.

Saudara dari Casey Affleck ini sesungguhnya sempat menuai kontroversi ketika terpilih memerankan Batman. Beberapa pihak kemudian memuji penampilannya, tapi banyak pula yang tak terkesan dengan akting Ben.

Sutradara The Flash, Andy Muschietti, mengatakan Affleck memiliki dikotomi yang sangat kuat sebagai Batman, yaitu sebagai sosok yang secara postur sangat maskulin, tapi juga memiliki kerapuhan.

“Ia tahu caranya menampilkan kerapuhan itu dari dalam. Ia hanya membutuhkan naskah yang sesuai yang bisa membuatnya menampilkan kekontrasan tersebut, keseimbangan tersebut,” kata Muschietti.

Affleck bukan satu-satunya mantan pemeran Batman yang akan terlibat dalam The Flash. Tetapi juga Michael Keaton, aktor yang memerankan Batman versi tahun 1989.

The Flash merupakan rangkaian film mandiri pertama di Justice League dan bakal digarap berdasarkan alur cerita komik Flashpoint 2011 dari DC Comics.

Dalam komik tersebut, Barry Allen dengan kekuatan supernya yaitu berlari secepat kilat akan berupaya mencegah pembunuhan terhadap ibunya. Namun di tengah perjalanan ia mengubah garis waktu dan menciptakan masa depan alternatif salah satunya adalah Thomas Wayne yang akan menjadi Batman karena Bruce terbunuh.

Belum diketahui pasti alur cerita film The Flash dan akan dibahas lebih lanjut akhir pekan ini di DC Fandome. Namun beberapa pihak menduga narasi akan sedikit berbeda dari komik berkaca adanya beberapa aktor pemeran Batman yang turut serta.

Film The Flash dijadwalkan rilis pada Juli 2022 setelah beberapa kali tertunda.

Film ini sudah mulai digarap sejak 2014, tetapi sejumlah permasalahan terjadi di tengah jalan. Salah satu penyebab penundaan tayang film ini adalah keputusan Sutradara Famuyiwa hengkang dari proyek pada 2016.

Warner Bros kemudian mendekati sejumlah sutradara sebelum menetapkan pilihan pada Andy Muschietti. Sutradara Andy Muschietti sebelumnya dikenal lewat film It dan It Chapter Two.

6 Drama yang Juga Bertema Musik

6 Drama yang Juga Bertema Musik

6 Drama yang Juga Bertema Musik

6 Drama yang Juga Bertema Musik – Drama Korea terkenal dengan genre dan ceritanya yang cukup unik. Itulah kenapa banyak  orang yang suka dengan drama Korea. Mungkin kamu sudah biasa dengan genre action, fantasi, atau romance. Tapi pernah gak sih kamu nonton dengan tema musik. Sebagai info, Korea sangat mengapresiasi seni, baik musik atau seni lainnya.

Namun, di musim kali ini, stasiun TV KBS menghadirkan drama musik dengan judul Do Do Sol Sol La La Sol. Jika kamu ingin tahu drama musik lainnya.

1. Do Do Sol Sol La La Sol (2020)

Drama yang ditayangkan pada tanggal 26 Agustus 2020 ini diperankan oleh Go Ara dan Lee Jae Wook. Drama ini menceritakan Goo Ra Ra (Go Ara) yang bertemu dengan Sun Woo Jun (Lee Jae Wook) di sebuah akademi piano swasta bernama La La Land di sebuah desa kecil. Pertemuan itulah yang membuat kehidupan Woo Jun berubah.

2. Do You Like Bhrams? (2020)

Kesuksesan Kim Min Jae di Romantic Doctor dan Park Eun Bin di Stove League membuat mereka dipertemukan dalam satu drama yang berjudul ‘Do You Like Bhrams?’.

Drama ini menceritakan kehidupan mahasiswa di sekolah musik bergengsi di Korea, nah salah satu mahasiswa tersebut adalah Chae Song Ah (Park Eun Bin) dan Park Joon Young (Kim Min Jae). Rencananya drama ini akan tayang pada tanggal 31 Agustus 2020 di Stasiun TV SBS.

3. Dream High (2011)

Bagi kamu penggemar KDrama pasti sudah tidak asing dengan drama ini. Drama yang pernah tayang di Indosiar ini merupakan drama yang populer pada masanya dan masih legendaris, lho walaupun sudah 9 tahun.

Dream High menceritakan tentang 6 orang yang bersekolah di Kirin Art School dan mereka berjuang untuk menggapai mimpinya melalui musik. Drama ini diperankan oleh Kim Soo Hyun, IU, Suzy, Wooyoung 2PM, Taecyeon 2PM, dan Eunjung.

4. Monstar (2013)

Cerita drama ini berpusat pada cinta segitiga antara Min Se Yi (Ha Yeon Soo), Yoon Seol Chan (Yong Junghyung), dan Jeong Seon Woo (Kang Haneul). Eitss, tidak hanya itu. Drama ini juga menceritakan tentang 7 orang yang terpaksa membentuk sebuah band karena tertangkap CCTV telah merusak salah satu aset kebudayaan Korea. Keren deh!

5. Heartstrings

Kalau drama lain menampilkan alat musik ataupun genre yang modern. Nah yang satu ini beda dengan drama lainnya. Heartstings menampilkan permainan Gayanggeum, yaitu alat musik tradisional Korea. Cerita akan berpusat pada kisah cinta antara Lee Gyo Woon (Park Shin Hye) dengan Lee Shin (Jung Yonghwa). Kalau kamu dengerin OST nya dijamin kamu ketagihan deh!

6. He is Beautiful

Drama yang juga pernah tayang di Indosiar ini menceritakan Go Mi Nyu (Park Shin Hye) yang harus menyamar sebagai kembaran cowoknya, Go Mi Nam dan dia harus bergabung dengan grup band bernama A.N.JELL.

Selama penyamaran itu, dia dikelilingi banyak cowok yang akhirnya membuat dia jatuh cinta pada salah satunya.

Para Tokoh Mainan dalam ‘TOY STORY’ Itu Abadi atau Bisa Mati?

Para Tokoh Mainan dalam ‘TOY STORY’ Itu Abadi atau Bisa Mati?

Para Tokoh Mainan dalam ‘TOY STORY’ Itu Abadi atau Bisa Mati?

Para Tokoh Mainan dalam ‘TOY STORY’ Itu Abadi atau Bisa Mati?, – TOY STORY merupakan salah satu waralaba paling sukses sepanjang masa. Film animasi ini diproduksi oleh Pixar Animation Studios dan dirilis oleh Walt Disney Pictures. TOY STORY juga sebagai film kartun pertama yang mengaplikasikan teknologi CGI dalam pembuatanya di tahun 1995. Animasi CGI atau Computer Generated Imagery adalah proses penerapan grafik komputer 3D untuk menghasilkan gambar animasi.

Sampai saat ini film animasi TOY STORY sendiri memiliki 4 seri. Mulai dari TOY STORY (1995), TOY STORY 2 (1999), TOY STORY 3 (2010) dan TOY STORY 4 (2019). Semua serinya memiliki jalan cerita yang bagus dan susah ditebak. Tak mengherankan, jika banyak dari penggemar yang memperdebatkan akhir ceritanya selama beberapa dekade.

Meskipun keluarga superhero Pixar sudah dijadwalkan untuk kembali ke layar lebar musim panas ini, mereka sudah merencanakan kembali film terbaru mereka. Disney dan Pixar Animation Studios secara resmi mengumumkan tanggal rilis untuk Toy Story 4. Lewat halaman Facebook mereka, seri keempat ini akan tayang perdana di bioskop pada 21 Juni 2019.

Awalnya Variety mengabarkan bahwa film tersebut akan hadir musim panas ini, namun jadwal tersebut digantikan dengan sekuel The Incredibles. The Incredibles 2 semula seharusnya keluar pada tahun 2019, sementara Toy Story 4 memiliki tanggal pada bulan Juni ini. Tapi setelah banyak pembatalan, Disney lebih memilih The Incredibles 2.

Salah satu pertanyaan yang menjadi perdebatan paling bertahan lama yaitu mengenai para pemain di film ini. Seperti yang kita ketahui, sebagian besar tokoh dalam film ini merupakan mainan yang bisa berpikir bahkan berbicara. Pertanyaan yang menjadi perdebatan, apakah mainan itu abadi atau dapatkah mereka mati?

Mempertanyakan apakah sebuah mainan bisa hidup atau mati mungkin tampak aneh bagi yang belum tahu cerita dari film ini, tetapi hal itu sengaja dimunculkan pencipta Toy Story. Premis dari semua seri ini dimulai saat mainan pertama kali diproduksi di pabrik, kemudian ketika mainan dimiliki anak-anak dan menjadi bagian koleksi anak-anak. Mainan-mainan itu diilhami memiliki perasaan, pemikiran, dan dapat berbicara seperti manusia normal dalam wujud fisik mainan.

Tak hanya bisa berbicara, mainan-mainan tersebut bisa pingsan.

Tidak seperti manusia yang dibiarkan berevolusi dan tumbuh menjadi orang dewasa, mainan itu tetap terperangkap dalam tubuh yang sama, dengan pikiran dan motivasi yang sama. Kadang-kadang mengarah pada kejahatan, kepahitan dan kedengkian, seperti yang terjadi pada tokoh antagonis dari seri ini, Stinky Pete the Prospector dan Lotso the Bear.

Karena penggemar Toy Story termasuk dalam semua kelompok umur, dengan begitu terdapat beberapa penggemar lama yang lebih dahulu berspekulasi tentang sifat dan perasaan yang dialami mainan-mainan tersebut. Apakah fakta bahwa karakter seperti Woody dan Buzz yang memiliki badan plastik dan tidak bisa menua berarti secara teknis mereka akan abadi.

Baru-baru ini pertanyaan tersebut dijawab oleh Lee Unkrich, penulis Toy Story 3 melalui akun Twitter nya. Jawaban Unkrich mengarah pada penyelesaian perdebatan itu. “Mereka hidup selama mereka ada. Tetapi jika mereka benar-benar dihancurkan? Katakanlah, di insinerator? Tamat” tulis Unkrich di akun twitter nya.

Mainan-mainan itu memang abadi dan tidak bisa dihancurkan. Dengan demikian, saatnya akan tiba ketika Woody dan teman-temannya akhirnya menemui ajalnya, bahkan jika mereka secara fisik tidak pernah menua.

Tentu saja, pertanyaan filosofis yang begitu mendalam tidak pernah menjadi alasan di balik penciptaan TOY STORY. Sementara penggemar dewasa mungkin bertanya-tanya tentang logika di balik terciptanya tema utama dari seri-serinya. Terlepas dari semua itu, banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini, hubungan saling menghargai antara anak-anak dan mainan mereka, tumbuhnya rasa emosional, serta teman-teman yang terpaksa meninggalkan kita seiring berjalannya waktu, dan tentunya masih banyak pelajaran-pelajaran lainnya yang bisa diambil.

Film Horor Korea Terseram yang Sudah Tayang

Film Horor Korea Terseram yang Sudah Tayang

Film Horor Korea Terseram yang Sudah Tayang

Film Horor Korea Terseram yang Sudah Tayang, – Industri perfilman Asia memang terkenal dengan sinema horornya yang mencekam dan mampu membuat penikmatnya ketakutan. Salah satunya film horor Korea. Saking seramnya, beberapa film dari negeri gingseng tersebut, tak jarang dibuat kembali di negeri lain seperti Hollywood hingga Indonesia.

Selain pandai mengemas film hingga drama romansa dengan plot cerita apik. Industri hiburan Korea Selatan nyatanya mampu menyajikan ragam genre horor dengan segudang plot menarik namun tetap mendebarkan dan penuh teror.

Beberapa judul film horor Korea di antaranya bahkan sukses memenangkan penghargaan level panggung hiburan nasional hingga internasional.

A Tale of Two Sisters (2003)

A Tale of Two Sisters terinspirasi dari legenda Dinasti Joseon bertajuk ‘Janghwa Hongryeon jeon’.A Tale of Two Sisters merupakan salah film garapan Kim Jee-woon, yang ini disebut-sebut menjadi salah satu film yang mengeksekusi kisah supernatural-horor dengan sempurna.

Kisah bermula ketika Su-mi (Im Soo-jung) kembali ke rumah setelah menjalani perawatan mental di rumah sakit jiwa. Ia bersatu kembali dengan adik perempuan yang begitu disayang, Su-yeon (Moon Geun-young). Namun, Su-mi juga harus bertemu dengan ibu tirinya, Eun-joo (Yum Jung-ah).

Di rumah, Su-mi merasa kerap diganggu arwah ibu kandungnya yang merangkak naik ke kasur dengan leher patah dan kemudian melihat badan Eun-joo sudah penuh dengan memar.

Film psychological horror ini memiliki jalan cerita yang sulit ditebak sebab memberikan banyak sudut pandang. A Tale of Two Sisters menjadi film horor Korea pertama yang ditayangkan di Amerika. Film ini bahkan dibuat dalam versi Amerika dengan judul The Uninvited.

Death Bell (2008)

Death Bell merupakan film horor Korea tentang sekolah karena sebagian besar latar tempat kejadian di sebuah sekolah SMA. Dalam film berdurasi 88 menit ini, penonton akan diajak melihat pembunuhan misterius terjadi secara bergiliran.

Awal film Death Bell mengisahkan 20 siswa terpintar di sekolah yang dipersiapkan untuk mengikuti kelas khusus pada musim panas. Kelas khusus ini guna persiapan memasuki perguruan tinggi.

Suatu hari, sekolah digemparkan dengan video di TV kelas yang memperlihatkan siswi ranking pertama. Min Hye Young berada dalam sebuah akuarium yang pelan-pelan terisi air.

Sebuah instruksi misterius datang, yang memberikan peringatan bahwa Hye Young akan tewas apabila mereka tidak dapat mengerjakan soal pertanyaan yang diberikan melalui TV tabung itu.

Kang I Na (Nam Gyu-ri) menyadari bahwa kasus pembunuhan berantai ini dilakukan secara apik dan berurutan mulai dari ranking satu hingga terakhir.

Satu per satu murid dan guru mulai terbunuh, hingga sebuah fakta masa lalu terungkap yang menjadi penyebab pembunuhan misterius ini terjadi.

Gonjiam: Haunted Asylum (2018)

Film horor Korea kenamaan ini mengangkat kisah sekelompok anak muda yang tergabung dalam komunitas kanal YouTube bernama Horror Time. Demi sebuah konten, mereka ingin menyaksikan sendiri keseraman Gonjiam, sebuah rumah sakit jiwa angker di Korea Selatan.

Berbekal sejumlah persiapan termasuk ragam peralatan teknologi canggih, kelompok muda ini siap memulai petualangan dalam Gonjiam.

Namun sialnya, dalam petualangan mereka, beberapa di antaranya berpencar dan terpaksa terpisah. Ketakutan seorang diri menyusuri Gonjiam yang gelap dan menyeramkan, semakin menambah ketegangan dalam film berdurasi 95 menit ini.

Selain diganggu makhluk tak kasat mata yang tertangkap kamera mereka, mereka juga banyak menemukan fakta baru termasuk kejadian yang tak pernah disangka sebelumnya.

Film ini disutradarai oleh Jung Bum-shik, dan diperankan oleh Seung-Wook Lee sebagai Seung-wook, Ye-Won Mun sebagai Charlotte, Ah-yeon Oh sebagai Ah-yeon, Ji-Hyun Park sebagai Ji-hyun, Sung-Hoon Park sebagai Sung-hoon, dan juga Ha-Joon Wi sebagai Ha-joon.