Pertunjukan Seni di Alun-alun Suroboyo

Pertunjukan Seni di Alun-alun Suroboyo

Pertunjukan Seni di Alun-alun Suroboyo

Pertunjukan Seni di Alun-alun Suroboyo, – Pertunjukan seni di Alun-alun Suroboyo menjadi perhatian karena menyebabkan warga berkerumun. Rupanya, acara yang digagas Pemkot Surabaya itu tidak mengantongi izin polisi.

Polisi akan memanggil sejumlah panitia pertunjukan tersebut. Panggilan tersebut merupakan instruksi dari Kapolda Jatim langsung lantaran Surabaya masih berstatus zona merah.

“Sesuai aturan kita lakukan koordinasi, kemudian sifatnya kapolda sudah memberikan jukrah (Petunjuk dan arahan) ke wilayah. Dan itu sudah diinstruksikan kepada Polrestabes Surabaya dan jajaran,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, Sabtu.

Alasan pemanggilan, terang dia, yakni terkait dengan pertunjukan seni yang telah membuat kerumuman di Alun-alun Suroboyo yang dihadiri di luar kapasitas tempat.

“Karena pada kejadian itu sudah ada petunjuk dan arahan Pak Kapolda kita akan lakukan koordinasi, itu kan ada panitianya, EO atau apa namanya,” terang Trunoyudo.

“Kan sudah ada penyampaian dari pemkot dari Pak Irvan sudah mengatakan minta maaf. Dan kapasitas sekian dari sekian karena antusias masyarakat, akhirnya jadi sekian,” tandas Trunoyudo.

Sebelumnya, polisi akan memanggil panitia pertunjukan seni. Pemanggilan itu terkait penyelenggaraan kegiatan yang tanpa izin dan menimbulkan kerumunan warga tanpa physical distancing.

“Ga ada. Polres tidak mengeluarkan izin terkait apapun kegiatan masyarakat yang sifatnya mengumpulkan massa. Mulai saat pandemi sampai dengan sekarang,” kata Hartoyo, Jumat.

Ia menyampaikan, meskipun penyelenggaranya merupakan Pemkot Surabaya, setiap acara harus tetap mendapatkan izin keramaian dari pihak kepolisian. Minimal dalam bentuk surat pemberitahuan.

“Betul setidaknya ada pemberitahuan kegiatan, kepentingannya adalah untuk dilakukan pengamanan supaya kegiatan tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas,” imbuh Hartoyo.

Senin, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan Alun-alun Suroboyo. Rencananya, selama 7 hari setelah diresmikan, pemkot akan menggelar pertunjukan musik hingga seni budaya di alun-alun tersebut.

Untuk menghindari kerumunan warga, pemkot mencoba membatasi jumlah pengunjung alun-alun. Yakni hanya 40 persen dari total kapasitas Alun-alun Suroboyo.

Namun karena banyak warga yang penasaran dan haus akan hiburan, kerumunan pun tak bisa dihindarkan tadi malam. Pembatasan jumlah pengunjung justru menyebabkan terciptanya kerumunan warga di sekitar Alun-alun Suroboyo.

Ratusan warga yang tidak bisa masuk alun-alun memenuhi pedestrian Jalan Gubernur Suryo hingga Yos Sudarso. Karena menjadi polemik, akhirnya sejak 21 Agustus, pertunjukan seni pun ditunda untuk sementara.

Comments are closed.