Browsed by
Tag: film

Film Favorit dari Sutradara Love (2015)

Film Favorit dari Sutradara Love (2015)

Film Favorit dari Sutradara Love (2015)

Film Favorit dari Sutradara Love (2015), – Sutradara film sensasional Love (2015), Gaspar Noe memberitahukan film favoritnya yang tentu bisa menjadi rekomendasi para pencinta film.

Dikutip dari laman Daftar Joker123, Kepada Rotten Tomatoes, Noe mengungkapkan film yang menjadi favoritnya ini mempunyai arti penting bahkan disebut mengubah kehidupannya.

1. The Mother and The Whore (1973)

Film yang juga berjudul La Maman et la Putain ini merupakan garapan sutradara Prancis, Jean Eustache dan dirilis pada 1973. Film ini menyoroti hubungan cinta segitiga antara tiga karakter utama.

Film ini merupakan film panjang pertama Eustache dan dianggap sebagai mahakarya darinya. Film ini ditulis sendiri oleh Eustache dari pengalaman pribadinya dan memenangkan Grand Prix di Cannes Film Festival 1973.

“Saya menonton pada 2018, saya menontonnya tiga kali berturut-turut. Saya terobsesi dengan film ini,” kata Noe yang mengaku film ini terasa amat personal.

“Ini adalah mahakarya mutlak yang harus ditemukan kembali, seperti ditransfer ke 4K atau Blu-ray. Film ini adalah salah satu film terbesar yang saya tahu yang tidak dirilis sebagaimana mestinya saat ini,” lanjutnya.

2. Un Chien Andalou (1929)

Un Chien Andalou atau An Andalusian Dog merupakan film pendek surealis berbahasa Spanyol garapan Luis Bunuel dan Salvador Dali. Film ini merupakan film pertama Bunuel dan ditayangkan pada 1929 di sejumlah penayangan terbatas di Paris.

Film Un Chien Andalou tidak memiliki plot secara konvensional. Kronologi narasi film ini terputus-putus, melompat bahkan bisa berjarak delapan tahun tanpa perubahan karakter ataupun peristiwa.

“Ini adalah film pertama yang saya tahu yang benar-benar menggunakan bahasa mimpi dan mimpi buruk,” kata Noe. “Adegan pembukanya… sangat mengejutkan sehingga saya berharap saya bisa berada di antara penonton, jika saya tidak bisa berada di belakang Bunuel,”

“Bila saya melihat reaksinya, saya yakin tak ada orang yang lebih gila dalam sejarah perfilman, dari pada penonton pertama film ini,” katanya.

Meski Noe menyebut adegan film ini terbilang mengguncang jiwa, “filmnya sangat indah, sangat politis, sehingga menjadi karya seni yang nyata. Tidak banyak sutradara yang dapat kalian anggap sebagai seniman selain Bunuel,”

3. 2001: A Space Odyssey (1986)

2001: A Space Odyssey merupakan film fiksi ilmiah Inggris-Amerika yang ditulis oleh Stanley Kubirk dan Arthur C Clark. Kubirk juga terlibat sebagai sutradara dan produser film ini.

Film ini terinspirasi dari cerita pendek karya Clark, The Sentinel, yang rilis pada 1951. Film ini mengikuti perjalanan ke Jupiter dengan komputer khusus setelah penemuan monolit alien yang memengaruhi evolusi manusia.

Film ini dikenal karena penggambaran penerbangan luar angkasa yang akurat secara ilmiah, pioner dalam efek khusus, dan sejumlah penggambaran yang abstrak.

“Kenangan pertama saya berada di bioskop – yang terkuat hingga saat ini, 60 atau 48 tahun kemudian. Saya masih ingat terkejut saat dipindahkan ke dimensi lain,” kata Noe mengisahkan pengalamannya menonton film ini.

“Ketika saya rampung dari film ini, saya merasa seseorang telah menyuntik saya dengan sesuatu di otak. Saya terobsesi untuk melihat akhir ceritanya,” lanjutnya.

4. Day of Wrath (1943)

Day of Wrath, film drama asal Denmark rilisan 1943 ini merupakan karya Carl Theodor Dreyer dan dibintangi oleh Lisbeth Movin, Thorkild Roose, dan Preben Lerdorff Rye.

Film ini merupakan adaptasi dari naskah drama Anne Pedersdotter karya Hans Wiers-Jenssen pada 1909 yang mengisahkan seorang perempuan muda yang dipaksa menikah dengan seorang pastur tua.

Pemaksaan itu muncul setelah ibunda dari sang perempuan dituduh sebagai seorang penyihir. Namun ia justru jatuh cinta dengan putra dari sang pastur yang juga dicurigai melakukan sihir.

“Day of Wrath, bagi saya, adalah jenis kesempurnaan lainnya. Ini tema dewasa untuk orang dewasa. Tentang pencaplokan dan perang, dan tak heran mengapa,” kata Noe merujuk pada riwayat Dreyer yang lari untuk melindungi diri dari Nazi Jerman.

“Ini adalah film yang sangat kejam tentang masa sejarah yang kejam, tetapi di mana beberapa orang ditempatkan pada posisi ketika mereka harus berperilaku kejam terhadap orang lain, dan semua karakter berubah,” kata Noe.

5. Inauguration of the Pleasure Dome (1954)

Inauguration of the Pleasure Dome adalah film pendek karya Kenneth Anger yang digarap pada 1954 namun memiliki dua versi lainnya pada 1966 dan akhir dekade 1970-an.

“Film lainnya yang jarang saya bicarakan, yang juga menjadi film yang saya dapat putar lagi dan lagi karena mendukung saya, adalah Inauguration of the Pleasure Dome,” kata Noe, dikutip dari Rotten Tomatoes.

“Ini adalah film pertama, dan satu-satunya film psikotik yang pernah ada, dan ini hanya sebuah film yang menempatkan penontonnya dalam keadaan pikiran yang berbeda,” lanjutnya. “Film ini seperti candu buat penonton, dan bukan film naratif.”

LSF Gencarkan Sensor Mandiri

LSF Gencarkan Sensor Mandiri

LSF Gencarkan Sensor Mandiri

LSF Gencarkan Sensor Mandiri – Lembaga Sensor Film (LSF) akan menggencarkan program sensor mandiri dalam empat tahun ke depan, tepatnya selama masa kepemimpinan baru 2020-2024. Ketua LSF, Rommy Fibri Hardianto, mengatakan bahwa program tersebut sebenarnya sudah dikerjakan sejak periode sebelumnya.

Rommy sadar bahwa memberikan literasi kepada masyarakat merupakan tugas LSF. Mereka pun akan melakukan sosialisasi secara langsung atau online.

Ia mengklaim LSF sudah sempat bertemu beberapa lapisan masyarakat untuk melakukan sosialisasi. Mereka mengadakan pertemuan dengan seniman, mahasiswa, dan masyarakat di salah satu kota yang tidak ia sebutkan.

“Kalau hanya LSF sendirian kurang optimal. Perlu ada kerja sama dengan pihak kementerian atau lembaga terkait, memberikan literasi pada audiens masing-masing,” kata Rommy.

Patuh rating film

Rommy menjelaskan bahwa program sensor mandiri merupakan upaya agar masyarakat memilih tontonan sesuai klasifikasi usia. Ia menargetkan program ini menjadi gerakan nasional dalam empat tahun.

“Gerakan ini untuk memberikan informasi dan literasi publik agar masyarakat mampu memilah dan memilih tontonan sesuai klasifikasi usia,” kata Rommy dalam diskusi yang digelar secara virtual, Kamis.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Hilmar Farid, menegaskan bahwa literasi juga sangat diperlukan dalam penyensoran. Menurutnya, saat ini LSF tidak bisa menyensor film seperti dulu.

“Lembaga sensor tidak bisa lagi berdiri di antara layar dengan penonton. Saat ini, ditutup satu saluran, ada 100 saluran lain menyiarkan apa yang ingin kita tutup,” kata Hilmar.

Ia membagi literasi film dalam empat bagian besar, yaitu pendidikan film, penerbitan movie guide, pendampingan orang tua, dan festival film. Dalam hal sensor yang perlu diperhatikan adalah penerbitan movie guide dan pendampingan orang tua.

Pegiat industri film, Olga Lydia, menyambut positif program sensor mandiri karena tidak mengganggu film secara teknis. Ia juga setuju bahwa literasi film Indonesia harus ditingkatkan.

“Di negara demokrasi yang bebas, seperti Indonesia, orang lupa bahwa kebebasan besar punya tanggung jawab yang lebih besar. Masyarakat harus ikut aktif, seperti patuh rating film dan tidak mengajak anak kecil nonton film dewasa,” kata Olga.

Anime Paling Sedih Terbaik 2020

Anime Paling Sedih Terbaik 2020

Anime Paling Sedih Terbaik 2020

Anime Paling Sedih Terbaik 2020 – Sebagai manusia, terkadang kita butuh pengalihan dalam menjalani rutinitas. Salah satunya adalah dengan menonton sesuatu, entah film, serial, drama, bahkan anime. Salah satu genre yang diminati oleh banyak orang adalah cerita sedih yang memicu tumpahnya air mata. Tak cuma filmnya oppa-oppa Korea, anime juga punya banyak cerita sedih.

Serial Anime Paling Sedih

Pada tulisan kali ini, dia akan membaginya menjadi dua bagian, yakni serial anime dan anime movie. Yang pertama, dia akan kasih daftar serial anime tersedih yang bakal bikin Anda nangis semalaman.

Boku dake ga Inai Machi (Erased)

Anime sedih terbaik adalah Boku dake ga Inai Machi atau biasa dikenal dengan judul bahasa Inggrisnya, Erased. Seorang mangaka berusia 29 tahun, Satoru Fujinuma menemukan fakta bahwa dirinya mampu bergerak mundur dalam waktu walaupun ia belum bisa mengusai kekuatan tersebut.

Ia memanfaatkan kemampuannya tersebut untuk melakukan hal-hal baik. Sayang, suatu ketika ia mendapati dirinya sedang dijebak dalam sebuah kasus pembunuhan. Ketika dalam masa pengejaran, ia kembali ke tahun 1988 ketika masih kecil, berharap bisa mengungkap siapa pembunuh yang sebenarnya.

Jika Anda penggemar serial detektif yang penuh misteri, Anda pasti suka dengan Erased yang satu ini. Tapi, Anda juga harus menyiapkan diri karena anime ini bisa membuatmu merasakan emosi yang pahit sebagaimana yang dirasakan oleh karakter utamanya.

Clannad: After Story

Anime paling sedih adalah Clannad: After Story. Anime ini merupakan sekuel dari Clannad yang menceritakan seorang remaja bernama Tomoya. Ia adalah seorang berandalan yang hidup berdua bersama ayahnya. Suatu ketika, ia bertemu dengan Nagisa dan kemudian menjadi sepasang kekasih.

Di sekuelnya ini, Tomoya berhasil lulus dari SMA. Sayang, Nagisa terpaksa tinggal kelas lagi karena sakit yang dideritanya. Tomoya pun akhirnya bekerja untuk menyambung hidupnya sembari menunggu Nagisa lulus, lantas menikahinya. Akan tetapi, di sinilah drama kehidupan yang sebenarnya baru terjadi.

Clannad menyajikan sebuah tontonan anime romance yang kental akan makna cinta dan keluarga. Hubungan antar karakternya dibuat dengan begitu kuat hingga kita akan terbawa suasana. Ada banyak sekali kejadian yang akan membuatmu menangis, terutama di bagian yang menceritakan kehidupan Tomoya dengan anaknya, Ushio. Bagaimanakah kelanjutan anime romantis sedih ini?

Angel Beats!

Banyak anime yang bercerita tentang kehidupan sekolah, termasuk Angel Beats! yang satu ini. Permasalahannya, sekolah ini bukanlah sekolah biasa karena mampu menjadi tempat bernaungnya jiwa orang-orang yang telah meninggal tapi tidak bisa melepaskan keterikatan pada dunia.

Dengan kata lain, para roh tersebut tidak bisa hidup tenang. Mereka harus belajar untuk melepaskan. Tidak cukup di situ, kesedihan dan rasa sakit dalam anime paling sedih yang terus menerus dialami karakternya akan membuat air mata kita terus mengalir.

Apalagi, background music yang ada pada anime ini juga bisa membuat kita larut dalam emosi.

Sen to Chihiro no Kamikakushi (Spirited Away)

Sen to Chihiro no Kamikakushi atau Spirited Away merupakan anime movie sedih yang menceritakan seorang gadis berusia 10 tahun bernama Chihiro Ogino yang baru saja pindah rumah bersama kedua orangtuanya. Saat perjalanan ke rumah baru, mereka menemukan sebuah terowongan. Setelah ditelusuri, ternyata di ujung terowongan tersebut adalah padang rumput yang sangat indah.

Mereka terus penasaran dan berjalan lebih jauh hingga menemukan suatu tempat dengan berbagai booth seperti di festival, namun tidak ada seorang pun yang menjaga. Orangtua mereka berhenti di sebuah gerai makanan yang tampaknya sangat lezat dan makan begitu saja di sana.

Chihiro tidak ikut makan, ia berkata bahwa memakan sesuatu tanpa izin dari pemilikinya adalah hal yang tidak baik, tapi orang tuanya tidak mendengarkan. Karena makan dengan rakus, orangtuanya berubah menjadi babi. Lantas, Chihiro pun sadar bahwa dirinya sudah memasuki alam roh, dan ia harus berbuat sesuatu untuk bisa mengembalikan orangtuanya.

Agar orangtuanya kembali menjadi manusia, Chihiro diharuskan bekerja untuk para roh. Banyak hal-hal pedih yang akan terjadi selama Chihiro berusaha menunaikan tugasnya.

Kehadiran seorang pria bernama Haku yang ternyata adalah seorang naga penjaga sungai pun turut mewarnai kisah Chihiro di alam ini. Meskipun ceritanya nggak seperti anime sedih di atas, namun Spirited Away bakal membuatmu berkaca-kaca di akhir film.

Hotaru no Haka (Graves of the Fireflies)

Berlatar belakang ketika Jepang baru saja menyerah pada Perang Dunia II, Graves of the Fireflies menyuguhkan drama yang akan membuat hati kita terenyuh. Ada dua orang saudara bernama Seita dan Setsuko, di mana ibunya terbunuh ketika Amerika Serikat mengebom Jepang.

Ayah mereka bekerja di angkatan laut, sehingga dua orang ini tinggal di rumah bibinya yang galak. Merasa tidak betah, mereka berdua memutuskan untuk hidup sendiri dengan bernaung di bunker bekas perang. Di saat itulah, kehidupan tragis mereka dimulai.

Disajikan dalam bentuk flashback, film anime sad ending ini bakal menunjukkan kengerian yang dihasilkan oleh perang dan betapa buruk dampaknya untuk warga sipil yang tak bersalah.

Akhir Kata

Jadi itu dia, guys, rekomendasi Kalau mau penasaran mau menonton anime-anime di atas, Anda harus siapin tisu yang banyak deh! Mana nih yang menurutmu paling sedih? Sampai jumpa lagi di artikel menarik lainnya.

Keseruan dan Ketegangan Pada Trailer Resmi Train to Busan 2 (Peninsula)

Keseruan dan Ketegangan Pada Trailer Resmi Train to Busan 2 (Peninsula)

Keseruan dan Ketegangan Pada Trailer Resmi Train to Busan 2 (Peninsula)

Keseruan dan Ketegangan Pada Trailer Resmi Train to Busan 2 (Peninsula),- Trailer resmi sekuel Train to Busan, Peninsula, akhirnya dirilis. Ketegangan, ragam permasalahan, serta trauma masa lalu atas serangan zombi jelas terlihat dalam video berdurasi 110 detik tersebut.

Video itu diawali dengan kondisi Jung-seok (Kang Dong-won) yang telah berhasil selamat dari serangan zombi di Korea Selatan empat tahun lalu. Ia tiba-tiba diminta kembali ke lokasi menyeramkan tersebut demi sebuah misi.

Perintah tersebut mengingatkannya terhadap kenangan-kenangan buruk yang membuatnya kehilangan orang-orang yang disayangi. Kendati demikian, misi senilai US$2,5 juta atau sekitar Rp354,1 miliar itu tetap disanggupi bersama sejumlah orang lainnya.

Ketegangan dimulai ketika mereka kembali ke Korea Selatan. Penampilan di sana berubah layaknya kota mati. Mereka pun mengecek keamanan lingkungan dengan membunyikan klakson mobil yang sudah bertahun-tahun terparkir di sana.

Bagaikan alarm, klakson tersebut membangunkan segerombolan mayat hidup haus darah yang mengancam kehidupan mereka.

Namun di saat yang sama, para pengejar misi bertemu dengan sekelompok orang lainnya yang ternyata selamat dan masih bertahan di sana.

Zombi ternyata tak menjadi satu-satunya masalah yang dihadapi Jung-seok. Keberadaan manusia yang masih hidup di sana juga menjadi hambatan menyelesaikan misi.

Peninsula akan dibintangi Kang Dong-won (1987: When the Day Comes), Lee Jung-hyun (The Battleship Island), Kwon Hae-hyo, Kim Min-hae (Psychokinesis), serta Lee Ye-won.

Kehadiran pemain-pemain baru memastikan Peninsula sama sekali berbeda dan tak lagi berhubungan dengan Train to Busan.

“Ini empat tahun setelah Train to Busan. Masih dalam semesta yang sama tapi ceritanya tidak berkesinambungan dan memiliki karakter yang berbeda,” kata sang sutradara, Yeon Sang-ho.

Proses syuting sudah berlangsung 62 hari sejak Juni 2019. Peninsula memakan biaya produksi lebih besar dibandingkan pendahulunya.

Train to Busan diproduksi sekitar US$8,5 juta. Sementara itu, Peninsula diproduksi dengan biaya US$16 juta atau sekitar Rp240 miliar (US$1=Rp15ribu).

Film lolos seleksi Cannes Film Festival ini diperkirakan tayang di Korea Selatan pada Juli 2020.

Sumber: cnnindonesia.com